Loading...

Sabtu, Juli 31, 2021

Bab Adzan, Iqomat dan Adab-adabnya

Mu’adzin disunnahkan berwudhu dahulu sebelum menyerukan adzan. (HR. Tirmidzi)

Sunah menyerukan adzan dengan suara keras dan lantang karena tujuan adzan adalah untuk memanggil orang banyak agar melaksanakan shalat berjamaah. (HR. Nasa’i, Ibnu Majah)

Lafadz adzan :
Allahu Akbar Alllahu Akbar 2X
Asyhadu an Laa ilaaha illaallaah 2X
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah 2X
Hayya ‘alash Sholah 2X
Hayya ‘alal Falaah 2X
Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa ilaha illaallaah

Artinya :
Allah Maha Besar Allah Maha Besar 2X
Aku bersaksi Tidak ada Tuhan selain Allah 2 X
Aku bersaksi Muhammad utusan Allah 2X
Marilah mendirikan Sholat 2X
Marilah menuju Kemenangan 2X
Allah Maha Besar Allah Maha Besar
Tidak ada Tuhan selain Allah

Kalimat-kalimat dalam iqomat sama dengan kalimat-kalimat dalam adzan hanya jumlahnya diganjilkan (HR. Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi)

Adzan hendaknya di serukan dengan intonasi panjang sedangkan iqomat diserukan dengan nada cepat tetapi jelas. (HR. Tirmidzi).

Pada adzan sholat Shubuh setelah kalimat Hayya ‘alal Falaah ditambah kalimat :

Ash Sholaatu khoirum minan naum 2X
Artinya : Sholat itu lebih baik dari Tidur 2X (HR. Tirmidzi).

Imam bertanggung jawab terhadap makmum dalam mengimami mereka, sedangkan muadzin bertanggung jawab dalam menjaga waktu sholat, agar jamaah dapat menunaikan sholat pada waktu yang benar. (HR. Tirmidzi).

Sunnah menyerukan adzan di tempat yang tinggi di bukit atau di menara. (HR. Abu Daud). *Masa sekarang bisa pakai pengeras suara, tujuan agar jangkauan suara adzan semakin jauh.

Sebaiknya orang yang iqomat adalah orang yang adzan. (HR Tirmidzi).

Mu’adzin hendaknya memasukkan jari telunjuk nya ke telinga ketika adzan. (HR. Tirmidzi).

Mu’adzin disunnahkan memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri ketika menyerukan kalimat : “Hay ya ‘alash sholaah” 2X dan “Hay ya ‘alal falaah” 2X.

Artinya : Marilah mengerjakan sholat 2X. Marilah menuju kemenangan 2X.

Dianjurkan bagi orang yang mendengar adzan agar menjawab adzan dengan ucapan yang sama di kumandangkan oleh muadzin kecuali pada kalimat : Hay ya ‘alash sholaah” 2X dan “Hay ya ‘alal falaah” 2X.

Maka dijawab dengan : “Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzim”

Artinya : Tidak ada daya dan kekuatan kecuali pada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Disunnahkan agar berdoa setelah mendengar seruan adzan : “Allahumma robbahadzihid dakwatitam mati wash sholaatil qo’imat. Ati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wal ba’tsatu maqoomaa mahmuudanil ladzi wa ad tah. Innaka laa tukhliful mii’ad.”

Artinya : Ya Allah, Tuhannya dakwah yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berilah kepada Nabi Muhammad wasilah dan fadhilah. Dan angkatlah ia kepada kedudukan yang terpuji. Sebagaimana yang telah engkau janjikan padanya. Sesungguhnya engkau tidak pernah mengingkari janji.

Setelah membaca doa ini disunnahkan membaca shalawat. (HR. Muslim).

Tidak boleh menggaji mu’adzin. Ditekankan agar menyerukan adzan dengan sukarela tanpa pamrih. (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).

Sebaiknya jangan keluar masjid setelah mendengar adzan, kecuali karena batal wudhu atau sesuatu yang sangat mendesak. (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i). *Untuk itu sebaiknya kita sudah siap duduk dalam barisan shof sebelum waktu sholat tiba dalam keadaan berwudhu.

Mu’adzin ditugaskan menunggu imam setelah imam datang baru la iqomat dan jangan iqomat jika imam belum ada. (HR. Muslim, Tirmidzi).

Wanita boleh adzan dan iqomat asal untuk sesama jamaah wanita. (HR. Hakim).

Sebaiknya tetap menyerukan adzan dan iqomah walaupun dalam perjalanan. (HR. Tirmidzi). * Dengan menyerukan adzan di perjalanan Islam, memberitahu waktu sholat pada musafir lainnya, juga sebagai dakwah agar para musafir menegakkan sholat berjamaah bila memungkinkan.

Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap. Karya : Ust. H A Abdurrahman Ahmad. Pustaka Nabawi – Cirebon, Desember 2010

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: