Loading...

Senin, Juni 21, 2021

Bab Hari Jum’at dan Adab-adabnya

  1. Pada hari Jum’at telah terjadi lima peris-tiwa penting, yaitu : Allah menciptakan Adam AS. manusia pertama, Allah mengusir Adam AS. dari Surga ke bumi, Allah mematikan Adam AS. dan ada satu saat yang bila hamba meminta kepada-Nya pasti akan dikabulkan oleh Allah asal pada saat terse-but, serta terjadinya hari Kiamat. (HR. Ahmad, Abu Dawud).
  2. Untuk menghormati hari Jum’at, kita mulai mempersiapkannya sejak hari Kamis. Seperti : memotong kuku, rambut dan sebagainya…. (HR. Bukhari).
  3. Hendaknya mandi pada hari Jum’at. (HR. Bukhari). * Salah satu hak Allah dari hamba-Nya dalam mandi, adalah sebaik-baik mandi adalah mandi Jum’at.
  4. Dianjurkan memperbanyak bersiwak pada hari Jum’at. (HR. Bukhari)
  5. Sunnah memakai wangi-wangian pada hari Jum’at. (HR. Bukhari)
  6. Sunnah memakai pakaian yang terbaik pada hari Jum’at. (HR. Bukhari) * Hari Jum’at adalah hari raya umat muslimin. Sebagaima-na hari raya umat Yahudi pada hari Sabtu dan Nashrani pada hari Ahad. Dan sebaik-baik pakaian ialah gamis warna putih.
  7. Pada shalat Shubuh hari Jum’at. Imam disunnahkan membaca surat As-Sajadah di rakaat pertama dan Al-Insan di rakaat kedua. (HR. Bukhari).
  1. Hendaknya bersegera pergi ke masjid untuk shalat Jum’at. Allah menugasi dua Malaikat khusus pada hari Jum’at yang menunggu di pintu masjid untuk mencatat siapa yang lebih dahulu tiba di masjid dan yang tiba kemudian. Barangsiapa lebih dulu pergi ke masjid pada hari Jum’at, berpahala lebih besar. (HR. Bukhari).
  2. Sebaiknya pergi ke masjid dengan berja-lan kaki. Setiap langkah menuju shalat Jum’at berpahala setahun berpuasa. (HR. Bukhari). * Dengan berjalan kaki untuk shalat Jum’at, maka pahala puasa lebih banyak didapatkan. Bila memungkinkan.
  3. Sambil menunggu imam datang dianjur-kan mengerjakan shalat sunnah sampai imam datang. (HR. Ahmad)
  4. Hendaknya mendengarkan khutbah Jum’at dengan Khusyu’, walaupun tidak mengerti. (HR. Bukhari).
  5. Jangan berbicara ketika khutbah berlang-sung. Berbicara ketika khutbah mengha-puskan pahala Jum’at. Termasuk mengata-kan, ‘diam’ kepada orang yang berbicara. (HR. Bukhari).
    Sumber : berbagai riwayat hadits.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: