Minggu, September 19, 2021

Bab Istinja dan adab-adabnya

Memasuki WC / kamar mandi dengan mulai melangkahkan kaki kiri lebih dahulu. (Tirmidzi)

Masuk WC / kamar mandi disunnahkan membaca doa : “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaaits,” Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan wanita. (Bukhari, Muslim)

Keluar dari WC dengan mulai melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu dan membaca doa keluar WC yaitu : “Ghufronaka alhamdulillahilladzi adzhaba annil Adza wa Afani,” artinya : aku memohon ampunan-Mu segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan telah menyembuhkan aku. (Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah) *Doa dibaca sesudah keluar dari WC, jangan dibaca di dalam WC / kamar mandi.

WC adalah tempat berkumpulnya setan lebih lama di dalamnya tanpa keperluan yang sebenarnya adalah suatu mudharat, maka disunahkan jangan berlama-lama di WC apabila sudah selesai hajatnya secepatnya keluar dari WC. (Nasa’i, Ibnu Majah)

Jangan membawa lafaz ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ atau ayat-ayat Alquran ke dalam WC. (Nasa’i)

Dianjurkan memakai tutup kepala ketika di dalam WC. Dan baru membukanya jika perlu membasahi rambut kita. (Ibnu Sa’ad)

Ketika membuang hajat sebaiknya jangan menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya, menghadaplah selain ke kedua arah tadi. Boleh membelakangi atau menghadap kiblat bila di dalam bangunan, itupun bila terpaksa. (Bukhari, Nasa’i, Muslim dan Tirmidzi)

Buang air besar atau kecil hendaknya dengan berjongkok jangan dengan berdiri. Buang air dengan berdiri adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. (Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasa’i)

Hendaknya hanya menggunakan tangan kiri ketika membersihkan kemaluan dalam beristinja jangan menyentuhnya dengan tangan kanan. (Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Jangan berbicara di dalam WC, sangatlah tidak beradab berkomunikasi ketika berada di dalam WC. (Abu Daud, Ibnu Majah)

Tidak boleh berdua di dalam kamar mandi / WC kecuali suami istri. Rasulullah SAW pernah mandi bersama istrinya dalam satu bejana mandi. (Abu Daud, Ibnu Majah)

Tidak boleh menjawab salam ketika di WC. Untuk menjawabnya cukup dengan isyarat suara. (Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i)

Benda-benda yang dibolehkan untuk beristinja yaitu : air, batu, tanah liat yang keras dan kertas. Digunakan sebanyak tiga kali atau sejumlah yang ganjil. (Bukhari, Ibnu Majah)

Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat lewat orang, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci. (Muslim, Tirmidzi)

Boleh buang air dengan menggunakan pispot. Rasulullah SAW biasa meletakkannya di dekat tempat tidurnya. (Nasa’i)

Tidak boleh beristinja memakai tulang atau kotoran binatang yang sudah mengering. Rasulullah SAW menyatakan benda-benda itu adalah makanan bagi jin. (Muslim, Nasa’i)

Di dalam kamar mandi /WC jangan sambil bicara, jangan sambil makan, jangan bernyanyi dan bersiul. (Abu Daud, Ibnu Majah)

Disunnahkan menghemat air, gunakan secukupnya saja. Rasulullah SAW biasa memakai air dengan menggunakan ukuran. Seperti ukuran air untuk wudhu, untuk buang air kecil dan untuk mandi. (Tirmidzi)

Hati-hati dengan cipratan air kencing. Itu adalah salah satu bahaya kencing berdiri. Banyak orang disiksa di dalam kubur karena tidak berhati-hati ketika istinja dan tidak sempurna ketika berwudhu. (Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

Jangan menampakan aurat ketika buang air. usahakan bertutup diri atau pergi menjauh agar tidak terlihat oleh umum. (Muslim, Tirmidzi)

Laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama laki-laki dan wanita tidak boleh melihat aurat sesama wanita. (Ibnu Asakir)

Makruh kencing di tempat mandi. Ditakutkan sisa air kencing akan mengenai badan orang yang mandi. (Tirmidzi)

Jangan menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk istinja.

Macam-macam najis : kencing manusia (Muttafaqun alaih). Wadi, cairan yang keluar mengiringi kencing (Ibnu Mundzil). Kotoran manusia (Bukhori). Madzi, cairan yang keluar karena dorongan syahwat (Bukhori). Darah haid / nifas.

Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap. Karya : Ust. H A Abdurrahman Ahmad. Pustaka Nabawi – Cirebon, Desember 2010

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: