Jangan mencela barang dagangan ketika membeli dan jangan memuji dagangan ketika menjual. (Ibnu Jarir)

Sebaiknya jangan membeli dari non mus-lim, kecuali sangat terpaksa. (Bukhari)

Sifat pedagang hendaknya mudah mem-beri hutang dan memudahkan pembayar-an hutang bagi yang kesukaran. (Bukhari)

Allah SWT. mempermudah urusan orang lain dalam urusan hutang. (Bukhari)

Makruh menerima hasil pembekaman. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Haram menyuap dan disuap, dan peranta-ranya. (Ibnu Majah)

Boleh menggadaikan barang. (Bukhari)

Boleh mengembalikan barang yang dijum-pai cacatnya. Walaupun sudah dipakai dan keuntungan pemakai tetap pada pembeli yaitu tidak ada uang potongan dari pe-ngembalian tersebut. (Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

Boleh menerima upah hasil dari menulis mushaf. (Razin)

Boleh berdagang dipinggir jalan, tempat lalu lalangnya orang-orang, dengan syarat: (1) Menundukkan pandangan, (2) Tidak menyusahkan orang lewat, (3) Menja-wab salam, (4) Beramar ma’ruf nahi mun-kar. (Bukhari, Muslim, Ahmad)

Jual beli yang dilarang :

Dilarang jual beli patung, arak, bangkai dan babi. (Muslim, Nasa’i)

Dilarang jual beli gambar makhluk yang bernyawa. (Bukhari)

Haram menjual arak, juga meminumnya, membelinya, memberinya, merasainya, minta dipasarkannya, membawanya, dan meminta dibawakannya. (Bukhari, Mus-lim, Tirmidzi)

Dilarang menjual kelebihan air. Misalnya : kita mempunyai sumur dan masih ada kelebihan air setelah kita gunakan, maka air selebihnya itu tidak boleh kita jual. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Dilarang jual beli sperma pejantan. Mak-sudnya : menyewakan pejantan untuk pembibitan hewan. Akan tetapi mengha-diahkan atau memberikan tidak dilarang. (Bukhari, Tirmidzi, Nasa’i)

Disarikan dari berbagai riwayat hadits Adab-adab Sunnah Sehari-hari

Versi Cetak : Edisi 004/Th. I – 2018

Tinggalkan Balasan