Loading...

Sabtu, Juli 31, 2021

Bab Jual Beli dan Adab-adabnya

Diwajibkan mencari nafkah halal, dengan cara halal. (Al-Qur’an – HR. Baihaqi).

Diantara ciri-ciri umat akhir zaman adalah tidak mempedulikan lagi penghasilannya ; halalkah atau haram. (HR. Bukhari).

Jual beli itu halal. Dan riba dengan segala bentuknya itu haram. (Al-Qur’an).

Berbuat riba lebih berdosa dari pada 36 orang pelacur. (HR. Ahmad).

Hendaknya berhati-hati dalam berjual beli. Karena diantara halal dan haram terdapat yang syubhat atau meragukan. (HR. Bukhari).

Jangan melalaikan zikrullah selama berjual beli. (Al-Qur’an – HR. Thabrani).

Sebelum terjun dalam perdagangan sangat dianjurkan agar lebih dahulu memahami masalah-masalah agama yang berhubungan dengan perdagangan. Umar bin Khattab ra. tidak mengizinkan orang yang belum memahami agama dalam masalah jual beli untuk memasuki pasar dan mengadakan jual beli di dalamnya. (HR. Tirmidzi).

Hendaknya jujur dalam berjual beli, baik pedagang maupun pembeli. Jujur dalam jual beli menyebabkan berkah pada harta dan penghasilan. (HR. Bukhari).

Hendaknya memiliki sifat amanah dalam berdagang. (HR. Thabrani).

Jangan lupa menafkahkan sebagian keuntungan untuk fisabilillah. (Al-Qur’an).

Tidak ada paksaan dalam jual beli. Jika suka boleh membelinya, jika tidak suka boleh meninggalkannya. (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah).

Boleh jual beli dengan cara lelang. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Yang Tidak Dibolehkan Dalam Jual Beli

Dilarang mencegat barang dagangan di tengah jalan untuk dijual sendiri. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah).

Dilarang menjual kembali barang yang telah dibeli sebelum diterimanya. (HR. Daruquthni).

Dilarang menawar/membeli barang yang dalam tawaran orang lain. (HR. Muslim).

Haram tipu menipu dalam jual beli. (HR. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Tidak halal perdagangan yang tidak menerangkan cacat barangnya jika ternyata cacat. (HR. Ahmad).

Jangan menawar barang dagangan sebelum Shubuh. (HR. Ibnu Majah, Hakim).

Neraka Wail orang yang apabila menjual mengurangi takaran dan membeli melebihkan takaran. (Al-Muthaffifin).

Jangan banyak bersumpah dalam jual beli. Banyak bersumpah dalam berjual beli mendatangkan banyak keuntungan, tetapi menghilangkan keberkahan rezeki, walaupun sumpahnya benar. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)

Jangan mencela barang dagangan ketika membeli dan jangan memuji dagangan ketika menjual. (Ibnu Jarir)

Sebaiknya jangan membeli dari non mus-lim, kecuali sangat terpaksa. (Bukhari)

Sifat pedagang hendaknya mudah mem-beri hutang dan memudahkan pembayar-an hutang bagi yang kesukaran. (Bukhari)

Allah SWT. mempermudah urusan orang lain dalam urusan hutang. (Bukhari)

Makruh menerima hasil pembekaman. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Haram menyuap dan disuap, dan peranta-ranya. (Ibnu Majah)

Boleh menggadaikan barang. (Bukhari)

Boleh mengembalikan barang yang dijum-pai cacatnya. Walaupun sudah dipakai dan keuntungan pemakai tetap pada pembeli yaitu tidak ada uang potongan dari pe-ngembalian tersebut. (Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

Boleh menerima upah hasil dari menulis mushaf. (Razin)

Boleh berdagang dipinggir jalan, tempat lalu lalangnya orang-orang, dengan syarat: (1) Menundukkan pandangan, (2) Tidak menyusahkan orang lewat, (3) Menja-wab salam, (4) Beramar ma’ruf nahi mun-kar. (Bukhari, Muslim, Ahmad)

Jual beli yang dilarang :

Dilarang jual beli patung, arak, bangkai dan babi. (Muslim, Nasa’i)

Dilarang jual beli gambar makhluk yang bernyawa. (Bukhari)

Haram menjual arak, juga meminumnya, membelinya, memberinya, merasainya, minta dipasarkannya, membawanya, dan meminta dibawakannya. (Bukhari, Mus-lim, Tirmidzi)

Dilarang menjual kelebihan air. Misalnya : kita mempunyai sumur dan masih ada kelebihan air setelah kita gunakan, maka air selebihnya itu tidak boleh kita jual. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Dilarang jual beli sperma pejantan. Mak-sudnya : menyewakan pejantan untuk pembibitan hewan. Akan tetapi mengha-diahkan atau memberikan tidak dilarang. (Bukhari, Tirmidzi, Nasa’i)

Haram menimbun atau menyimpan barang, kemudian menjualnya disaat harga mahal. (Muslim, Ahmad, Ibnu Majah)

Haram jual beli anjing dan kucing. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Haram hasil dari pelacuran. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Haram hasil dari menyanyi (artis) wanita. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Haram hasil dari perdukunan. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Tidak boleh jual beli buah yang belum matang untuk dimakan. (Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah)

Tidak boleh orang kota menjual dagangannya untuk orang desa, apabila ada unsur penipuan didalamnya. Karena pandai, orang kota biasanya menipu orang desa yang tidak mengetahui. (Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah)

Jual beli yang dilarang :

Dilarang jual beli ‘tasriyah’ pada binatang. ‘Tasriyah’ adalah : menyetop binatang dari menyusui, sehingga air susunya mengumpul sehingga orang menyangka binatang tersebut bersusu banyak. (Bukhari, Muslim)

Tidak boleh jual beli suatu makanan yang belum jelas takarannya. (Bukhari, Ahmad).

Dilarang jual beli yang tidak jelas barangnya. Contohnya : “Saya akan beli apa-apa yang kamu dapat dari menyelam atau saya menjual anak kambing yang masih di dalam perut”. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)

Dilarang menjual secara persekot / uang muka. Yaitu jika pembeli batal, maka uang muka menjadi milik penjual. (Abu Dawud, Ibnu Majah)

Diharamkan menipu dalam penjualan. (Muslim)

Tidak boleh menjual barang yang tidak ada padanya. (Tirmidzi, Abu Dawud)

Dilarang jual beli dengan memakai lemparan. Contohnya : “Lemparkan ke kiri pada pakaian didepan, mana yang kena aku jual Rp 1.000,-“ (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Dilarang jual beli barang yang masih berada dalam tawaran orang lain walaupun harganya lebih murah, kecuali seizin orang pertama. (Bukhari)

Jangan menjual barang orang lain tanpa seizinnya. (Bukhari)

Diharamkan riba’, pelakunya, pemberinya, saksinya, penulisnya, semuanya berdosa. (Al-Qur’an, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu majah)

Tidak boleh mempekerjakan wanita, walaupun hamba sahaya kecuali pada tiga pekerjaan : (1) Membuat masakan, (2) Menenun atau menjahit, (3) Memintal. (Ahmad, Abu Dawud)

Jangan mempekerjakan anak kecil. (Imam Malik)

Dilarang jual beli Najasyi. Contohnya : A berjualan, kemudian ia menyuruh B berpura-pura membeli barangnya dengan memuji barang dagangannya. Sehingga orang lain tertarik untuk membelinya. (Ahmad)

Tidak boleh hutang dengan jual beli. (Imam yang lima). Contohnya : A meminjamkan uang kepada B. Lalu A menjual barang ke B dengan harga yang dimahalkan. Jual beli seperti ini tidak boleh, karena A meminjamkan ke B dengan maksud agar B dapat membeli barangnya dengan harga mahal.Tidak boleh menerima upah dari membaca Al-Qur’an, tetapi boleh mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur’an. (Ahmad)

Tidak boleh mengambil upah dari adzan. (Bukhari)

Perburuhan :

Jangan menghambat upah buruh, berikan secepatnya begitu ia selesai bekerja. (Bukhari)

Boleh membayar upah buruh dengan memakai aturan giliran kerja, seperti : shift pagi, shift siang, shift malam atau dengan sistem harian, mingguan, atau bulanan. (Bukhari)

Boleh mengambil upah dari mengangkut barang. (Bukhari)

Boleh mengambil buruh orang non muslim. (Bukhari)

Boleh memberi upah bagi penaksir harga. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: