Sakit adalah penebus dosa-dosa dan satu peringatan bagi masa depan, maka jangan mengeluh jika terkena ujian sakit. (HR. Abu Dawud)

Orang yang tidak pernah sakit bukan termasuk golongan umat Rasulullah SAW. (HR. Abu Dawud). * Agar sepatutnya merasa khawatir jika tidak pernah merasa sakit. Sakit adalah penebus dosa-dosa dan menaikkan derajat. Jika tidak pernah sakit dikhawatirkan dosa-dosa tidak dihapuskan oleh Allah SWT., dan berderajat rendah disisi Allah SWT… walaupun demikian tidak boleh berdo’a meminta sakit kepada Allah SWT.

Seseorang yang sudah terbiasa beramal shaleh, kemudian ia sakit, maka pahala amal sholehnya akan terus mengalir, walaupun ia tidak mengerjakannya karena sakit. (HR. Bukhari)

Tidak ada penyakit yang menular. Semua penyakit berasal dari Allah SWT. Jika dikatakan B terkena penyakit karena tertular dari A, maka dari siapakah A tertular penyakit? Jika penyakit itu menular, pasti A terkena penyakit karena tertular oleh seseorang. Jika dijawab A terkena penyakit karena Allah, maka apakah penyakit B juga bukan dari Allah? (HR. Bukhari, Muslim)

Walaupun menderita sakit sangat parah, hendaknya jangan berdo’a untuk mengharap kematian, sebaiknya berdo’a : Allaahummaa ahyinii in kaanatil hayaatu khoironl lii wa amiitii in kaanal mautu khoironl lii. Artinya : “Ya Allah! Berikanlah aku tetap hidup seandainya memang hidup itulah yang baik bagiku. Dan matikanlah aku seandainya saja kematian itu memang baik bagiku.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Setelah sembuh dari sakit, dianjurkan jangan makan sembarangan. (HR. Tirmidzi, Nasa’i)

Orang sakit sebaiknya makan bubur, bubur dapat menghibur orang yang sakit, dan menghilangkan kesedihan. (HR. Bukhari)

Jangan Sekali-kali memaki penyakit panas, demam, atau penyakit lainnya. (HR. Muslim)

Penyakit demam adalah termasuk dari panasnya Neraka Jahannam dan akan mengurangi dosa-dosa si sakit, maka dinginkanlah dengan mengompresnya. (HR. Ibnu Majah)

Bercelak adalah obat dan mencerahkan pandangan mata. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Wanita yang hamil, sebaiknya jangan menyusui. hal itu membahayakan anak. (HR. Ibnu Majah)

Do’a yang hendaknya selalu dibaca ketika merasa sakit : Allaahummaa robbin naasi adzhibil ba’saaa’a isyfi antasy syafii laa syifaaa’an illaa. Artinya : “Lenyapkanlah kesakitan wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Engkau, dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan sisa-sisa penyakit.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

Apabila orang yang terkena rabun mata bersabar, Allah akan mengganti kedua matanya di Surga. (Hadits Qudsyi – Bukhari)

Jangan memasuki kampung yang terkena wabah penyakit dan jangan keluar dari kampung yang terkena wabah penyakit. (HR. Bukhari, Muslim)

Tinggalkan Balasan