Loading...

Sabtu, Juli 31, 2021

Bab Wudhu dan Adab-adabnya

Disunnahkan mengambil wudhu di rumah sebelum pergi ke masjid mengingat setiap langkah ke masjid dalam keadaan wudhu dengan sempurna akan ber pahala, menghapus dosa dan mengangkat derajat (Bukhari)

Hendaknya memulai wudhu dengan membaca basmalah. (Tirmidzi, ibnu Majah, Nasa’i)

Niat di dalam hati untuk membersihkan hadast kecil. (As Syafi’i)

Ditekankan agar bersiwak setiap akan berwudhu jika tidak ada siwak dapat menggunakan jari telunjuk, Rasulullah SAW. hampir mewajibkan siwak, di setiap akan berwudhu. (Bukhari, Muslim)

Setiap bersiwak, disunnahkan terlebih dahulu membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3 kali. (Nasa’i)

Kemudian berumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkan nya, membasuh muka, menyela-nyela janggut dengan jari yang basah, membasuh kedua lengan dari ujung tangan nggak ke atas siku, kemudian mengusap kepala satu kali, membasuh dua telinga satu kali dan terakhir membasuh kedua kaki sampai mata kaki. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)

Cara mengusap kepala satu kali dalam berwudhu : meletakkan sebagian jari-jemari telapak tangan di bagian depan ujung kepala tempat tumbuhnya rambut lalu ditarik ke belakang sampai ke tengkuk kemudian dikembalikan lagi ke depan ke bagian yang pertama tadi. (Abu Dawud)

Cara membasuh kedua telinga satu kali dalam berwudhu : memasukkan dua jari telunjuk ke dalam dua lubang telinga, lalu di putarkan jari jempol untuk membasuh bagian luar telinga. (Abu Dawud)

Berwudhu dengan tertib, berurutan dan sempurna, usahakan jangan tertinggal walaupun hanya satu titik di daerah anggota wudhu. Rasulullah SAW. bersabda : “kebanyakan azab kubur menimpa seseorang karena wudhu nya tidak sempurna.” (Bukhari, Muslim)

Jangan menambah bilangan wudhu lebih dari 3 kali barangsiapa menambah nya berarti telah berbuat zalim atas diri sendiri. (Nasa’i, Ibnu Majah, Abu Dawud)

Disunnahkan mendahulukan anggota sebelah kanan ketika berwudhu, setelah itu bagian sebelah kiri. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)

Disunnahkan shalat dua rakaat, sunat syukrul wudhu setiap selesai wudhu. * Tanpa diselingi pembicaraan, kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan sholat. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)

Di antara sholat syukrul wudhu dan sholat wajib sebaiknya memperbanyak istighfar. (Ahmad)

Doa ketika mulai berwudhu : “Allahummagh firlii dzanbii wa was si’lii fii daarii wa baariklii fii rizkii.”

Artinya : Ya Allah ampunilah segala dosaku lapangan lah rumah tanggaku dan berkatilah rezeki untukku. (Dailami, Ibnu Asakir)

Kemudian melihat ke langit lalu membaca doa selesai berwudhu : “Asysyhadu an laa ilaaha illaallaahu wahdahu laa syarii kalahu wa asysyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuulullaahi allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathohiriina waj ‘alnii min ibadikash sholihin.”

Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusannya. Ya Allah jadikanlah diriku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah diriku dari golongan orang-orang yang bersuci. (Muslim)

Barang siapa membaca doa di atas setelah berwudhu, akan dibukakan baginya 8 pintu Surga dari mana saja ia ingin masuk. (Tirmidzi, Nasa’i)

Jangan berwudhu di tempat buang air, karena dikhawatirkan masih ada sisa air bekas cipratan kencing yang tertinggal di sana, sehingga akan mengenai badan kita ketika berwudhu. (Tirmidzi, Dailami) * Bila sangat terpaksa berwudhu di WC siram lah dulu sampai bersih sebelum berwudhu.

Sebaiknya berniat setiap akan berwudhu, bahwa kita berwudhu bukanlah hanya untuk membersihkan badan saja tetapi juga membersihkan kotoran hati. (Imam Hanafi)

Disunnahkan menjaga kelangsungan wudhu dan menggantinya setiap kali batal. (Hakim)

Disunnahkan berwudhu ketika :
1. Hendak tidur. (Bukhari)
2. Hendak mengulangi persetubuhan dengan istri. (Abu Dawud)
3. Hendak menengok orang sakit. (Bukhari)
4. Setelah memakan sesuatu yang dimasak. (Muslim)
5. Setelah memakan daging kambing dan unta. (Muslim).
6. Menyentuh kemaluan. (Khasah, Baihaqi) 7. Ketika marah, agar dan marahnya. (Ahmad, Abu Dawud)
8. Ketika keluar dari WC. (Ahmad)

Jangan berbicara ketika berwudhu

Dianjurkan agar menggunakan air sehemat mungkin. Tidak boleh boros dalam menggunakan air. (Bukhari, Ibnu Majah, Abu Dawud)

Rasulullah SAW. bersabda : “Hematlah dalam memakai air, walaupun diatas lautan. (Ahmad, Ibnu Majah).

Air bekas wudhu dapat dipakai sebagai obat. (Bukhari) * Caranya kita berwudhu di atas wadah terbuka sehingga air bekas wudhu itu akan jatuh ke dalam wadah tersebut, kemudian air itu diminum kan kepada si sakit.

Air bekas wudhu dapat menyembuhkan 70 penyakit. (Dailami)

Sebaiknya jangan berwudhu dengan dibantu orang lain. (Ibnu Najjar, Al Nazar) * Kecuali kondisi sudah tidak mampu sendiri.

Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap. Karya : Ust. H A Abdurrahman Ahmad. Pustaka Nabawi – Cirebon, Desember 2010

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: