Selasa, Oktober 26, 2021

Risalah Ramadhan

Diriwayatkan dari Salman ra., dia berkata Nabi SAW. telah memberi khutbah pada akhir bulan Sya’ban, sabdanya : ”Wahai manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.

Bulan yang didalamnya Allah telah menjadikan puasa sebagai fardhu dan bangun malam sebagai sunat. Barangsiapa mendekatkan diri didalamnya dengan melakukan amalan sunat maka pahalanya seperti orang yang melakukan amalan fardhu pada bulan lainnya. Dan barangsiapa melakukan amalan fardhu didalamnya maka pahalanya seperti orang yang melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lainnya.

Inilah bulan kesabaran dan pahala sabar adalah Surga. Inilah bulan kasih sayang, bulan saat rezeki seorang mukmin ditambahkan. Barangsiapa pada bulan tersebut memberi buka kepada orang yang berpuasa maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang itu”.

Kami bertanya : ”Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa”.

Beliau bersabda : ”Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Inilah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan dan akhirnya penuh kebebasan dari api Neraka. Perbanyaklah mengucapkan empat hal yaitu : Asyhadu anlaa ilaha illallah, astaghfiullah, as alukal jannah, a’udzubika minannar. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk air dari telagaku dimana ia tidak akan haus hingga masuk Surga”. (Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Ibnu Hibban)

Keutamaan bulan Ramadhan

Dari Abu Hurairah ra., Nabi SAW. memberi kabar gembira kepada para shahabatnya dengan bersabda, ”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya ; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para syetan diikat ; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa”. (Ahmad, An Nasa’i)

Dari Ubadah bin Shamit, bahwa Nabi SAW. bersabda, ”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para Malaikat-Nya, maka tunjukanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah dibulan ini”.

Dari Abu Hurairah ra., bahwa Nabi SAW. bersabda, ”Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu : bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada aroma kesturi, para Malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah SWT. setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga) hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta menuju kepadamu, pada bulan ini para Jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam”.

Beliau SAW. ditanya, ”Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar”, Jawab Beliau SAW., ”Tidak, namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya”. (Ahmad). Isnad hadits tersebut dha’if, dan diantara bagiannya ada nash-nash lain yang memperkuatnya.

Keutamaan puasa

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW. bersabda, ”Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas 10X lipatnya bahkan sampai 700X lipat. Allah berfirman : kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. Ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kesturi”.
Perlu diketahui bahwa bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah tidak dapat dicapai kalau tidak meninggalkan syahwat, sedangkan puasa merupakan salah satu jalannya. Untuk itu Nabi SAW. bersabda, ”Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum”. (Bukhari)
Inti dari pernyataan ini, bahwa tidak sempurna bertaqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah bertaqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram.

Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam shalat malam dan puasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal maka tidurnya itu merupakan ibadah. Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya. Dikabulkan do’anya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.

Diantara syarat mendapatkan pahala puasa adalah agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do’anya.
Orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu : jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa dan jihad pada malam hari dengan shalat malam. Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung. (lihat Lathaa’iful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 163, 165 dan 183)

Kekhususan dan keistimewaan bulan Ramadhan

Firman Allah : ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (Al Baqarah : 183)

Sabda Nabi SAW. : ”Islam didirikan di atas 5 sendi, yaitu syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi Haji ke baitul Haram”. (Muttafaqun ’Alaih)

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai taqwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah yang lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi SAW, ”Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi”. (Muttafaqun ’Alaih)

Dan sabda Nabi SAW., ”Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun ’Alaih)

Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat yakni mengimani dengan benar akan kewajiban ini dan mengharap pahala karenanya disisi Allah.
Pada bulan Ramadhan diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.

Pada bulan ini disunnatkan shalat Tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, Nabi SAW. bersabda, ”Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaqun ’Alaih)

Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari 1.000 bulan, malam dimana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi SAW., ”Barangsiapa mendirikan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun ’Alaih)

Lailatul Qadar terdapat pada 10 malam terakhir, dah diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat dari malam-malam yang lainnya. Karena itu, seorang muslim harus senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al Qur’an, dzikir, istighfar, do’a dan bertaubat yang sebenar-benarnya.

Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

Pada bulan ini terjadi pembebasan kota Mekkah dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Mekkah, dan Mekkahpun menjadi negeri Islam.

Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para Syetan diikat. Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat dan beramal shalih kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Sabda Nabi SAW., ”Jibril datang kepadaku dan berkata, wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapatkan ampunan, maka mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan : Amin”, maka akupun mengatakan, ”Amin”. (Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dalam shahihnya). (Lihat kitab An Nashai’hud Diniyyah, hlm. 37-39).***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: