Selasa, Oktober 26, 2021

Sosok Pemimpin Teladan, Umar bin Abdul Aziz

“Serulah (manusia ) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yg baik dan bantah lah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya tuhanmu dialah yg lebih mengetahui tentang siapa yg tersesat dari jalan-nya dan dia yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.(QS. An-nahl :125).

Rasulullah SAW. pada suatu riwayat yakni hijrah ke Thaif 85 orang laki-laki15 orang wanita mengalihkan medan dakwah. Sesampainya di Thaif, Rasul SAW. disambut dengan di lempari batu hingga Rasul SAW mengalami patah gigi dan berdarah-darah.

Rasulullah SAW beristirahat di bawah pohon korma. Datang malaikat Jibril meminta terhadap Rasul SAW. Ya Rasul kejamnya penduduk thaif ini.
Rasul SAW menjawab, Jibril jangan dirusakkan negeri thaif berikut penduduknya. Dia melakukan kekejaman karena mereka belum tahu dan mengerti misi yg saya sampaikan yakni pelajaran baik, Islam mengucapkan dua kalimat syahadat yg berfungsi disebut awal beragama mengenal Allah SWT dan Rasul.

Sekejam apapun bentuknya yang dihadapi Rasulullah SAW beliau tidak patah arang tetapi dengan sikap musyawarah dan pelajaran yg baik misi Islam lama-lama diterima oleh penduduk Thaif tersebut.
Artinya keberhasilan Rasulullah SAW dilatar belakangi dengan akhlak mulia bukan dengan cara paksa-paksakan.

Rasulullah SAW. rahmat seluruh alam bertindak selaku pemimpin tertinggi imam dalam semua urusan juga tempat kembali dalam hukum dan kehidupan sehari-hari, dunia akhirat agar dunia selamat di akhirat dengan keredaan Allah SWT. diperbuat Rasulullah SAW itu kemudian diteruskan oleh para khalifah setelah Rasulullah meninggal.

Proses pergantian kepemimpinan selanjutnya berjalan mengacu terhadap prinsip yg sama meskipun dengan pola berbeda seperti yang diterapkan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz menjalankan pemerintahan selaku pimpinan tertinggi di masanya selalu merujuk terhadap ajaran Rasulullah hingga dia seorang pemimpin sukses di saat dia memegang tampuk ke khalifah (pemimpin).

Rujukan khalifah Umar bin Abdul aziz ada diantaranya 4 ajaran Rasulullah SAW. hingga khalifah mencapai puncak kesuksesan :

  1. Mempedomani terhadap bermisikan Hidayah dari Allah SWT.
  2. Melindungi orang-orang lemah dan miskin.
  3. Berakhlak mulia.
  4. Melindungi hak dan kebebasan.

Mempedomani terhadap misi hidayah
Rasulullah SAW tidak akan berkata kecuali wahyu yg diwahyukan kepadanya artinya Rasulullah SAW hanya pelaksanaan dari wahyu di turunkan kepadanya.

Allah mengutus Muhammad untuk menyeru/ mengajak umat kepada hidayah, bukan Khalifah Umar bin Abdul aziz tugas sentralnya adalah menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia hidayah turun dari Allah, di ajarkan Rasulullah SAW. (Al-quran dan sunah).

Melindungi orang lemah
Khalifah melindungi mereka yang lemah dari kesewenangan orang-orang kuat, bukti ajaran Islam sangat memperhatikan orang lemah. Allah SWT. menegaskan : ” Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. (QS. Al-Maa’un :1-3).

Berakhlak mulia
Saya diutus kata Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak. Bila mau mempelajari tentang pentingnya akhlak ini sesungguhnya keseluruhan ibadah ditentukan nilai baiknya pada akhlak terhadap Allah SWT. Dan sesama manusia yg dijelaskan Allah Al Quran surat Ali-Imran ayat 112. (baikkan hubungan dengan Allah dan sesa-ma manusia).

Ajaran Islam tentang akhlak berlaku untuk semua tanpa kecuali juga kesemua arkanul tersebut. Zakat berakhlak terhadap orang miskin Langkah awal Umar bin abdul Aziz membersihkan para pencabul yang zalim. Memfungsikan Negara yang sempat di timbun sampah-sampah kejahilan dan kemusyrikan harapan tempat mengadu rakyat meminta keadilan.

Melindungi hak dan kebebasan
Islam melindungi hak dan kewajiban jadi pupuk iman agar dlm pertumbuhannya supaya subur dada setiap insan bukan slogan omong kosong belaka. Khalifah Umar bin abdul Aziz membuka kesempatan untuk rakyatnya yg berkeinginan mengadu terhadapnya bahkan diberi upah yang memberi kabar tentang situasi sebenarnya. Sesungguhnya situasi keinginan di masa yang akan datang di tunggu pemimpin ke pemi-mpinan khalifah Umar bin Abdul Aziz seorang khalifah sukses di masa nya.

Mengisi Relung Hati dengan Kejujuran dan Amanah
Khalifah Umar sungguh jujur dan amanah memelihara kepercayaan diberikan rakyatnya, Ia sering kelapangan melihat situasi dan kehidupan rakyat.

Ditemuinya seorang pengembala kambing memenuhi satu bukit di Arab guna menghidupi keluarganya. Khalifah Umar berkata kepada pengembala kambing tersebut. Wahai pengembala! Saya minta satu ekor kambingmu, jawab si pengembala kambing, kambing sebanyak ini bukan kepunyaan saya, saya hanya menjadi pengembala, yang disebut sebagai pegawai biasa.

Kata Khalifah Umar lagi, sebanyak ini kambingmu, kapan kamu berikan hanya satu ekor buat saya, jelas majikan kamu tidak akan tahu.
Jawab si pengembala, majikan saya memang tidak akan tahu saya memberikan satu ekor kambing kepadamu, tapi Allah SWT, akan tahu dan melihatnya.

Saya ini adalah Khalifahmu kata Umar bin Khatab, saya salut terhadapmu, sungguh kuat kamu memegang ”amanah” yang salah satu sifat dari sifat Muhammad Rasulullah SAW.

Ditarik hikmah dari kisah nyata, kisah agama diatas, seseorang pengembala kambing upahan diberi amanah, kepercayaan oleh majikannya memelihara beribu-ribu kambing, tidak mau Ia melanggar amanah dari majikannya, terbukti setelah diuji oleh Khalifah Umar, meminta kambing hanya satu ekor secara jelas tidak akan diketahui majikannya.

Sungguh ujian diberikan Khalifah Umar membikin dia salut dengan jawaban si pengembala, yakni melanggar amanah dan korupsi.
Biar orang kecil saya adalah Islam pengikut yang Mulia Muhammad Rasulullah SAW. Tentu saya meneladani sifat-sifat Rasul SAW. Amanah.
Saya diajarkan ada empat sifat dari Rasul SAW. : (1). Benar. (2). Menyampaikan. (3). Amanah. (4). Cerdas.

Bahasa agamanya sidik, tabligh, amanah dan futanah. Dimasyarakat sifat-sifat Rasul SAW. yang empat itu masih ada hanya sebatas ucapan bibir, belum kelihatan dalam ibadah sehari-hari, selaku orang yang setia terhadap Allah dan Rasul SAW.

Allah SWT, tahu dan menerima ibadah bila dikerjakan secara sempurna lahir maupun bati, disebut Iman, Islam dan Ihsan. Demi kesempurnaan Iman, Islam dan Ihsan, wajib meneladani dan mengamalkan ke empat dari sifat-sifat Rasul SAW tersebut. Al-Quran menerangkan “Masuklah kamu kedalam Islam secara sempur-na”.(Q.S. Al-Baqarah :208).

Disadari di setiap tingkat kehidupan memelihara dan dapat menunjukkan bukti sebagai umat Muhammad Rasulullah SAW. Hamba Allah SWT, diwajibkan mengamalkan sifat-sifat yang empat, yang melekat pada diri yang mulia Muhammad Rasul SAW. Sidik, tabligh, amanah dan futanah. (benar, menyam-paikan, amanah, teguh pendirian dan cerdas).

Sudah jadi pedoman hidup sifat Rasul SAW tersebut, Insya Allah dunia akan cepat menikmati kedamaian lahir batin, dan tidak akan ditemui permusuhan, perampokan, dan kemiskinan yang disebut dalam bahasa agama, negeri yang aman makmur, diridhai Allah dibawah ampunan-Nya.
Inilah arti mengisi relungan hati dengan kejujuran dan amanah. (red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: